Mengusung tagline “Exchange Insights, Elevate Impact,” kegiatan ini tidak sekadar menjadi program kunjungan sosial biasa. BRIDGE 2026 dirancang sebagai ruang pertemuan gagasan, pengalaman, dan harapan, dengan tujuan utama menanamkan keberanian untuk bermimpi kepada 24 peserta dari jenjang TK hingga SMA.
Lebih dari Sekadar Kegiatan Seremonial
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, menciptakan suasana khidmat yang menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan. Wakil Ketua Pelaksana, Almer Attar Abhyasa, dalam sambutannya menegaskan bahwa BRIDGE bukan hanya agenda rutin organisasi, melainkan komitmen nyata mahasiswa untuk terlibat langsung dalam penguatan karakter generasi muda.
Perwakilan yayasan, Shindy Grace, menyambut hangat kehadiran para mahasiswa. Ia menilai kegiatan seperti ini memberikan warna berbeda bagi anak-anak di yayasan, terutama dalam membuka wawasan mereka terhadap dunia pendidikan tinggi dan peluang masa depan.
Sebagai simbol kolaborasi dan apresiasi, PUSC 2026 menyerahkan plakat kepada pihak yayasan. Namun lebih dari itu, nilai utama kegiatan ini terletak pada interaksi yang terbangun sepanjang hari.
Keberanian Bermimpi sebagai Fondasi Kepemimpinan
Memasuki sesi inti, seminar dipandu oleh Gifari Anugrah Putra Madia. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa setiap pemimpin besar selalu diawali oleh mimpi yang berani.
“Jalan menuju sukses selalu ada,” tegasnya di hadapan para peserta.
Pernyataan tersebut bukan sekadar motivasi kosong. Dalam diskusi yang mengalir, Gifari mengajak peserta memahami bahwa latar belakang bukanlah batas. Justru dari keterbatasan, sering lahir ketangguhan dan daya juang yang lebih kuat.
Pendekatan yang digunakan pun tidak satu arah. Anak-anak diajak berdialog, mengutarakan cita-cita mereka, serta menceritakan tokoh yang menginspirasi. Dari sana, terlihat bahwa banyak di antara mereka sebenarnya telah memiliki mimpi—yang dibutuhkan hanyalah dorongan untuk percaya bahwa mimpi itu layak diperjuangkan.
Ruang Aman untuk Berbicara dan Bertumbuh
Selepas seminar, kegiatan berlanjut ke sesi sharing session. Peserta dibagi ke dalam kelompok kecil yang didampingi panitia. Format ini dipilih agar suasana diskusi lebih cair dan personal. Dalam kelompok-kelompok tersebut, anak-anak diajak berbagi pengalaman, ketakutan, serta harapan mereka tentang masa depan.
Suasana semakin hidup ketika permainan interaktif digelar. Permainan tersebut dirancang bukan hanya untuk mencairkan suasana, tetapi juga melatih komunikasi, kerja sama, dan rasa percaya diri. Tawa dan sorak semangat terdengar silih berganti, menciptakan atmosfer kebersamaan yang hangat.