Longsor TPST Bantargebang, 6 Tewas, Satu Korban Terakhir Masih Dicari


Redaksi Jadetabek, Bekasi - Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Senin (9/3/2026) sore.

Dengan penemuan tersebut, total korban meninggal dunia dalam peristiwa ini menjadi enam orang, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Baharai, mengatakan korban terakhir ditemukan sekitar pukul 17.50 WIB dan berhasil dievakuasi pada pukul 18.30 WIB untuk dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

“Siang tadi ditemukan satu orang, kemudian sore ini bertambah lagi satu korban dalam keadaan meninggal dunia,” kata Desiana saat memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi.

Ia menjelaskan, sebelumnya terdapat empat orang yang masih dinyatakan hilang. Namun setelah dilakukan penelusuran, dua orang di antaranya ternyata sudah berada di rumah dalam kondisi selamat.

“Dari empat orang yang awalnya dalam pencarian, dua ternyata sudah di rumah. Jadi saat ini yang masih dalam pencarian tinggal satu orang lagi,” ujarnya.

Korban yang ditemukan sore itu berada di area selokan atau gorong-gorong yang tertutup timbunan sampah. Tim SAR menemukan korban setelah melakukan pembongkaran material menggunakan ekskavator.

“Korban ditemukan di dekat selokan yang tertutup sampah. Saat ekskavator membuka material, terlihat ada korban di bawah timbunan tersebut dan langsung kami lakukan evakuasi,” jelasnya.

Sementara untuk identitas korban, Desiana mengatakan proses identifikasi masih dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Polri Kramat Jati.

Ia juga menjelaskan bahwa salah satu korban yang sebelumnya diduga berjenis kelamin laki-laki ternyata setelah diperiksa di rumah sakit diketahui berjenis kelamin perempuan.

“Awalnya kami menduga laki-laki karena posisinya dekat truk, tapi setelah diidentifikasi di RS Polri sekitar pukul 16.00 WIB diketahui ternyata perempuan. Korban diketahui merupakan warga yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi,” ujarnya.

Dalam proses pencarian, tim SAR kini mempersempit area penyisiran karena sejumlah korban yang ditemukan berada di lokasi yang saling berdekatan.

Menurut Desiana, dari informasi yang diterima tim di lapangan, lokasi tersebut sebelumnya merupakan area warung tempat sejumlah orang berkumpul saat aktivitas di TPA berlangsung.

“Korban-korban yang ditemukan ini jaraknya berdekatan. Dari informasi di lapangan, di sekitar situ ada warung, kemungkinan orang-orang sedang berkumpul di sana saat kejadian,” katanya.

Sementara itu, proses pencarian tidak mengalami kendala berarti dari faktor cuaca. Namun kondisi medan yang dipenuhi timbunan sampah menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat.

“Cuaca sebenarnya mendukung, tapi medan di lokasi berisiko bagi kesehatan tim rescue. Karena itu kami lebih mengandalkan alat berat dan memastikan petugas menggunakan alat pelindung diri yang memadai,” jelasnya.

Data sementara menunjukkan total ada 13 orang yang berada di sekitar lokasi saat longsor terjadi. Enam orang dinyatakan selamat, enam orang meninggal dunia, dan satu orang masih dalam pencarian.

“Total tiga belas orang. Enam selamat, enam meninggal dunia, dan satu masih dalam pencarian,” kata Desiana.

Tim SAR gabungan saat ini masih terus melakukan pencarian terhadap korban terakhir yang diduga masih tertimbun material longsor di kawasan TPST Bantargebang. Operasi pencarian dilakukan selama 24 jam hingga seluruh korban dapat ditemukan.

Previous Post Next Post

Contact Form