Masjid Jami Kalipasir Tangerang, Saksi Bisu Sejarah Islam


Redaksi Jadetabek, Tangerang - Masjid Jami Kalipasir, yang berlokasi di kawasan Kalipasir, Pasar Lama, Kota Tangerang, menjadi saksi bisu perkembangan sejarah Islam di wilayah tersebut. Diperkirakan telah berdiri sejak 445 tahun lalu, masjid ini dikenal sebagai masjid tertua di Kota Tangerang.

Menurut Supendi, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Tangerang, lokasi masjid ini dulunya adalah tempat persinggahan para penyebar agama Islam. Kemudian, seiring dengan perkembangan dakwah di Tanah Banten, tempat tersebut berubah fungsi menjadi sarana ibadah yang tetap bertahan hingga saat ini.

"Kurang lebih 445 tahun lalu, ini awalnya tempat singgah. Seiring berkembangnya penyebaran agama Islam di Kota Tangerang dan Tanah Banten, tempat ini kemudian menjadi sarana ibadah yang terus bertahan sampai sekarang," ujar Supendi, Rabu (25/2/2026).

Salah satu keunikan masjid ini adalah empat tiang utama penyangga bangunan. Satu di antaranya diyakini sebagai hadiah dari Sunan Kalijaga, seorang tokoh penyebar Islam di Pulau Jawa.

Keempat tiang tersebut memiliki makna filosofis tersendiri. Terdapat sepuluh lubang yang menyerupai tapak kuda (lopak kuda), melambangkan persatuan dan kebersamaan masyarakat pada masa lampau.

Supendi menjelaskan bahwa keunikan-keunikan ini tetap dipertahankan hingga saat ini. Bagian dalam masjid juga belum pernah direnovasi karena nilai sejarahnya yang sangat tinggi.

Masjid Jami Kalipasir juga merefleksikan akulturasi budaya yang kuat. Arsitekturnya memadukan unsur budaya Tionghoa dan pribumi, yang tak terlepas dari sejarah komunitas Cina Benteng yang telah lama bermukim di Tangerang.

Ciri khas tersebut terlihat pada bentuk menara yang menyerupai pagoda, berbeda dengan masjid pada umumnya. Perpaduan arsitektur ini menjadi simbol harmonisasi masyarakat Kalipasir dan Pasar Lama, yang hidup berdampingan meskipun berbeda suku dan agama.

Di sekitar masjid, terdapat pula rumah ibadah tua lainnya, yaitu Vihara Boen Tek Bio, yang juga telah berusia ratusan tahun. Lokasinya yang berdampingan menjadi gambaran nyata toleransi antarumat beragama di Kota Tangerang.

Menurutnya, hal ini membuktikan kehidupan toleransi yang sudah lama terjalin di kawasan Kalipasir dan Pasar Lama, di mana masyarakat yang berbeda suku dan agama tetap rukun hingga saat ini.

Masjid Jami Kalipasir telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya oleh Pemerintah Kota Tangerang. Kawasan Kalipasir juga termasuk dalam area bersejarah yang dilindungi.

Meskipun bagian atapnya pernah diperbaiki karena faktor usia dan kebocoran, struktur utama serta interior masjid tetap dipertahankan keasliannya.

Di bagian belakang masjid, terdapat kompleks makam bersejarah, salah satunya diyakini sebagai makam tokoh yang disebut sebagai pendiri Tangerang.
Previous Post Next Post

Contact Form